-PERSONAL BRANDING-

Konsep kepemimpinan dalam diri seseorang sebagai bagian individu atau mahluk sosial tidak pernah berhenti dibahas. Keterkaitan konsep kepemimpinan adalah sangat erat sekali dengan perspective CEO pada pembahasan minggu lalu. CEO Forum kali ini menghadirkan Bapak Antonius W. Sumarlin dengan topik yang erat kaitanya dengan konsep kepemimpinan yaitu personal branding.Personal branding didefinisikan oleh beliau sebagai seni bagaimana membangun opini orang-orang disekeliling kita. Opini disini yang  dimaksud adalah opini – opini positif yang akan mendorong kepemimpinan dalam diri kita selalu berkembang. Personal branding juga tidak lain dapat diungkapkan sebagai pencitraan yang dimunculkan oleh orang lain terhadap apa yang kita lakukan.

Dalam membangun personal branding, setiap orang harus mengetahui apa itu tujuan akhir dari personal branding yang ingin dibangun. Secara spesifik dicontohkan apabila dikaitkan dengan kinerja yang kita miliki, tujuannya dapat berupa membangun kepercayaan orang lain terhadap kita dalam kaitanya pelaksanaan tugas dan kerja. Yang harus dilakukan adalah kita harus meningkatkan kompetensi dan kinerja kita itu sendiri, jadi secara langsung setiap proses yang kita lakukan mengandung dua unsur tersebut. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang tidak akan pernah berakhir, akan tetapi disini bukan berarti bahwa ketika kita melakukan suatu kesalahan, kita harus selalu mengambil hal tersebut sebagai suatu proses belajar dan selalu mengulang kesalahan tersebut. Peningkatan kompetensi disini mengartikan bahwa setiap proses pembelajaran tersebut disana terdapat nilai-nilai baru dimana nilai tersebut dapat digunakan untuk menjadikan kinerja kita selanjutnya lebih sempurna dan lebih efisien.

Personal Branding sangat erat kaitannya dengan tahapan pembangunan karir seseorang. Pilihan untuk menjadi entrepreneur atau intrapreneur keduanya sangat membutuhkan personal branding. Beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam membangun personal branding adalah :

  1. Kompetensi :   Peran dan kemampuan kita merupakan titik balik dari personal branding kita dimata orang lain. Kedua hal tersebut yang dapat membedakan kita dengan orang lain. Oleh karena itu dalam peningkatan personal branding, peningkatan pembangunan peran dan kemampuan yang kita miliki memiliki akselerasi yang positif
  2. Standard : standar disini  dimaksudkan bahwa tolak ukur, ukuran-ukuran sifat yang mempengaruhi opini orang terhadap apa yang kita lakukan. Nilai tambah yang dapat kita berikan kepada orang lain juga merupakan komponen standar misalnya kedisiplinan, jujur, loyal, konservatif.
  3. Gaya : disini dimaksudkan bahwa gaya komunikasi yang kita lakukan selama ini. Komunikasi adalah sangat mempengaruhi penilaian orang terhadap kita, bagaimana cara kita berhubungan dengan orang lain, misalnya adalah egoisme, antusiasme, kesabaran, emosional akan membidik penilaian orang terhadap kita. Hal ini tentunya bisa berdampak positif dan negative.

Keterkaitan antara ketiga komponen merupakan hubungan yang sangat erat dalam pembentukan personal branding seseorang. Kompetensi dan standar yang kita miliki merupakan penilaian seseorang yang berkaitan dengan keobjektifan dan pengetahuan yang kita miliki. Akan lebih sempurna apabila kedua komponen tersebut kita tuangkan ke dalam gaya. Gaya elegan seseorang akan lebih memberikan impression apabila dalam gaya tersebut terdapat sisi kompetensi dan standar yang tinggi. Dan secara otomatis, apabila hal tersebut terus kita lakukan maka penilaian orang yang tidak lain adalah personal branding, akan memiliki nilai yang baik.Implikasi yang akan muncul ketika personal branding seseorang itu positif dimata orang lain adalah proses pengembangan diri tersebut akan lebih mudah. Market Value yang dimiliki oleh seseorang tersebut juga akan tinggi.

Pembahasan diatas menunjukkan bahwa komponen personal branding merupakan komponen-komponen yang bisa dibangun, bukan berdasarkan bakat atau anugerah. Maka untuk dapat membangun personal branding, sebaiknya kita mengenal diri sendiri dan keinginan stakeholder. Maka akan lebih memudahkan jika melakukan analisis SWOT pada diri kita sendiri. Kita kenali apa strength, weakness, opportunities, dan threats pada diri kita, kemudian berangkat dari hal tersebut maka kita bangun personal brand.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: