-MENJADI KAYA DI PASAR MODAL : ANALISIS EKONOMI DAN ANALISIS TEKNIKAL-

Pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat terlepas dari pertumbuhan sektor riil dan sektor moneter. Perkembangan sektor moneter yang kaitannya sektor pasar modal hingga saat ini memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan. CEO Forum pada tanggal hari Selasa tanggal 14 Juli 2009 menghadirkan pakar analisis teknikal dalam pasar modal yaitu Dr. Purbaya Yudhi Sadewa yang juga merupakan Direktur PT Danareksa Securities Institute, sebuah lembaga analisis pasar modal dibawah naungan PT Danareksa Securities. Beliau memaparkan presentasi mengenai bagaimana metode dan teknik yang digunakan dalam mengelola saham di pasar modal. Pengelolaan saham di pasar modal memiliki tingkat resiko dan tingkat pengembalian yang tinggi oleh karena itu setiap keputusan yang diambil memerlukan pertimbangan yang menyeluruh mengenai kondisi pasar modal. Dalam pemaparan beliau terdapat dua hal penting yang harus dipahami untuk dapat mengelola saham dengan meminimalkan resiko yaitu dengan menggunakan analisis ekonomi (fundamental analisis) dan analisis teknikal. Kedua metode analisis ini dapat dijadika pertimbangan dalam memutuskan kapan, jenis serta berapa saham yang akan dibeli dan dijual sehingga margin yang didapat positif dan terus meningkat. Analisis ekonomi atau analisis fundamental merupakan analisis yang digunakan dengan pemahaman yang menyeluruh mengenai indikator-indikator makroekonomi nasional maupun ekonomi dunia, dimana dengan melihat indikator tersebut didapat implikasi pertimbangan keputusan. Indikator – indikator yang terkait dengan analisis fundamental antara lain perkembangan inflasi, perumbuhan PDB, suku bunga, rupiah, indeks kepercayaan konsumen, indeks ekspor bersih dan early economic indicators yang terdiri dari coincident economic index, leading economic index, siklus bisnis dan sequential signaling serta perkembangan dan ekspektasi pasar. Menurut beliau, pergerakan ekonomi yang ada merupakan sejalan dengan pergerakan harga saham, jadi dapat dikatakan ketika pergerakan ekonomi menuju kearah yang baik tentunya pergerakan harga saham akan mengikuti. Sebagai contoh pada indikator PDB (pertumbuhan domestic bruto) apabila dapat dilihat bahwa trend yang ada positif maka dapat dikatakan pertumbuhan keuntungan perusahaan meningkat dan tumbuh, hal ini dapat dijadikan salah satu implikasi keputusan kearah kondisi saham yang akan membaik di pasaran domestik. Kemudian suku bunga dapat dijadikan indikator untuk melakukan valuasi perusahaan yang selanjutnya mengimplikasikan pergerakan saham perusahaan.

Fundamental analisis tidak cukup mewakili keputusan untuk mengelola saham, teknik kedua yang dapat digunakan adalah analisis teknikal. Analisis teknikal ini digunakan untuk mengidentifikasi dan membaca arah pergerakan harga saham melalui studi harga pasar dan historis volume perdagangan yang terjadi di pasar modal. Pergerakan saham dapat ditampilkan dalam bentuk Line Chart ( yang merupakan grafik garis yang menggambarkan last price, median price, typical price atau weighted close ), Candlestick dan OHLC dimana merupakan gambaran perkembangan pergerakan harga saham dari satu hari (open, high, low, close price) . Analisis teknikal ini dapat dikategorikan berdasarkan kegunaan yaitu : sebagai alat identifikasi bullish (bearish), alat identifikasi kekuatan trend, alat identifikasi volatilitas, dan alaat identifikasi overbought. Identifikasi bullish (bearish) digunakan untuk melihat apakah pasar dalam keadaan bullish atau bearish melalui titik moving averagenya. Indentifikasi kekuatan trend menggunakan average Directional Movement Index (ADX) yang menunjukkan intensitas trend penekanan harga, apakah trend penekanan kenaikan harga atau trend penekanan penurunan harga yang terjadi. Identifikasi volatilitas merupakan identifikasi yang digunakan untuk menggambarkan tingkat volatilitas harga saham dimana dalam identifikasi volatilitas digambarkan melalui dua indikator yaitu Chaikin Volatility dan Donchian Channel Width. Indikator yang terakhir adalah indikator teknikal yaitu dilihat berdasarkan Commodity Channcel Index (CCI) yang menunjukkan titik jenuh beli dan titik jenuh jual, dan Slow Stochastic yang menunjukkan kapan sinyal beli dan jual dapat dilihat.
Secara umum dapat dilihat juga kelemahan berdasarkan dua analisis untuk mengelola saham di pasar modal. Kelemahan pada Analisis Fundamental adalah butuh waktu yang panjang untuk memperoleh informasi dan seringkali analisis yang dimunculkan bersifat subyektif karena melibatkan pendapat banyak orang. Sedangkan kelemahan dari analisis teknikal adalah sangat bergantung pada kemampuan chartist yang memngimplikasikan bahwa tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan, lebih cocok untuk diterapkan pada long term period of trading, dan sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: