Konflik???

Menurut Robbins (2006), konflik merupakan sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan (blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai tujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya. Konflik dapat muncul dari dalam diri sendiri (internal conflict) dan dari luar (external conflict). Dalam setiap konflik yang terjadi juga dapat memberikan pengaruh yang positif ataupun negatif terhadap permasalahan dan pengembangan diri tersebut. Adapun beberapa faktor penyebab terjadinya konflik antara lain :

a. Perbedaan cara pandang
Perbedaan pandangan antar individu mengakibatkan konflik dan hal ini dapat menghambat perkembangan pekerjaan dan dapat mengakibatkan penurunan produktivitas.

b. Perbedaan tujuan
Konflik juga terjadi karena adanya perbedaan tujuan dan kepentingan antara tujuan individu dalam tim dan tujuan tim atau perusahaan itu sendiri. Sebagai contoh, seorang yang memiliki tujuan untuk dapat memenuhi target jangka pendek akan mendapat masalah jika bekerja sama dengan rekannya yang lebih mendahulukan pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka panjang, disini target yang dimaksud bukan merupakan target pencapaian dalam angka saja melainkan dari segi profitabilitas jangka panjang.

c. Perbedaan pemahaman
Terjadinya suatu konflik dapat juga diakibatkan karena adanya perbedaan persepsi atau terjadinya miskomunikasi mengenai suatu hal, sehingga hal ini menimbulkan perbedaan pemahaman. Hal ini bisa terjadi karena perbedaan informasi yang didengar atau adanya distorsi dari penyampaian informasi tersebut. Pemahaman yang setengah-setengah, tidak tuntas tersebut, berpotensi menimbulkan masalah.
Terdapat banyak cara yang dapat digunakan untuk mengatasi konflik yang terjadi. Berikut adalah cara-cara yang dapat dijadikan alternatif pemecahan konflik.
a. Hindari sumber konflik
Apabila dapat melakukan pekerjaan tanpa harus berinteraksi langsung dengan orang yang ”bisa menimbulkan konflik”, maka hal ini akan menguntungkan. Kita tidak perlu menguras tenaga, pikiran dan waktu untuk mencoba mengubah mereka ataupun mengubah diri kita sendiri. Kita tidak perlu bersusah payah mengatasi rasa kesal, ataupun marah yang muncul karena berurusan dengan mereka. Dengan demikian kita dan orang tersebut bisa melakukan pekerjaan masing-masing tanpa harus dipusingkan untuk menghadapi ketidakcocokan ataupun perbedaan-perbedaan menyolok lainnya yang bisa saja memiliki potensi yang besar sebagai penyebab konflik.

b. Netralisasi sikap
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi konflik adalah menetralisasi sikap terhadap orang-orang yang berpotensi menjadi sumber konflik. Kalaupun tidak bisa menghindari interaksi dengan orang-orang yang mungkin dapat menyebabkan konflik, yang dapat dilakukan adalah menetralisasi sikap terhadap orang-orang tersebut dengan mengabaikan kebiasaan-kebiasaan buruk mereka yang menyebalkan. Sebaliknya, yang dapat dilakukan adalah memfokuskan perhatian pada kekuatan orang-orang tersebut dan mencari strategi ampuh untuk memanfaatkan kekuatan mereka untuk mendukung pekerjaan kita.

c. ”Ubah” sikap kita
Kita mungkin tidak dapat mengubah sikap orang-orang yang tidak sepaham, tetapi yang dapat kita lakukan adalah mengubah sikap kita pada pengaruh negatif yang mereka timbulkan. Jika mereka mulai berulah, maka kita tidak perlu merasa terusik.

d. ”Blending”
Cara lain yang diusulkan untuk mengatasi konflik yaitu dengan mengurangi perbedaan yang ada, mencari persamaan, dan berangkat dari persamaan tersebut. Kita bisa mencoba mengurangi perbedaan dengan bersama-sama berangkat menuju titik tengah. Cara lain adalah mencari titik persamaan dari sekian perbedaan yang ada. Maksudnya, jika ternyata kita memiliki perbedaan cara pandang tetapi memiliki tujuan akhir yang sama. Kita bisa memfokuskan pada tujuan yang sama tersebut.

e. ”Understanding”
Alternatif lain dalam mengatasi konflik adalah mencari sumber masalahnya untuk kemudian memecahkan masalah tersebut bersama. Semua sikap ataupun tindakan serta keputusan yang dilakukan seseorang pasti ada alasannya.

Jadi apabila sedang menghadapi konflik, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengidentifikasi sumber penyebab konflik dan memilih strategi yang tepat untuk mengatasi konflik tersebut sehingga dapat mengubah konflik menjadi kerja sama yang harmonis. Dengan kerja sama ini diharapkan dapat lebih berprestasi dan memperoleh banyak dukungan untuk berprestasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: