CEO Perspektif ; On Strategy Execution

Peran aktif seorang CEO dalam mengambil keputusan strategis dalam kaitannya misi pengembangan usaha merupakan faktor yang penting. Arah keputusan strategis yang ditetapkan oleh CEO dan kompetensi yang dimiliki oleh CEO itu sendiri memiliki keterkaitan yang erat pada setiap lini dan unit bisnis. Keterkaitan dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh CEO adalah peran perspektifnya didalam eksekusi strategis perusahaan.CEO forum kali ini mendatangkan Bapak Akhamd Mukhlis Yusuf, yang merupakan perwakilan dari CEO Kantor Berita Antara.

Pengembangan perspektif seorang CEO tidak dapat dipisahkan dengan disiplin ilmu manajemen strategi. 5 Tugas manajemen strategi antara lain 1)Develop strategic vision and mission; 2) Set Objective 3) Craft a Strategy to Achieve Objective 4) Implement & Execute Strategy 5) Monitor; 6) Evaluate & Take Corrective Action.Seorang CEO yang hebat harus memiliki visi dan misi strategis yang “menggetarkan”, hal ini maksudnya bahwa visi strategis yang harus dimiliki harus mampu merangkul keinginan dari stakeholder sendiri dan shareholdernya. Visi yang menggetarkan disini juga berarti visi yang besar. Tugas yang kedua adalah menetapkan tujuan dari keputusan strategis meliputi bagaimana pelaksanaan agar tercapai visi tersebut. Selanjutnya ada merancang keputusan strategis dengan kompetensi yang dimiliki sehingga keputusan strategis tersebut memiliki keunggulan dibandingkan keputusan strategis para CEO lainnya.Tahapan yang keempat adalah implementasi dan eksekusi keputusan strategis. Titik yang menjadi pembeda antara implementasi dan eksekusi adalah bahwa pada saat eksekusi keputusan strategis sudah terdapat feedback dari shareholder dan stakeholder mengenai implementasi keputusan tersebut. Sedangkan tahapan selanjutnya adalah monitor dan evaluasi tindakan.

Beberapa pandangan melayangkan suatu pendapat bahwa dalam keseluruhan tugas manajemen strategis, tahapan implement and execute strategy merupakan tahapan tersulit dan paling menentukan keberhasilan suatu keputusan strategis.

The succesful of strategy execution depends on 1% inspiration and 99% perspiration

Peran CEO dalam kaitan tahapan implement and execute strategy adalah sangat besar. Peran ini tidak hanya melibatkan keahlian, kompetensi, jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh CEO. Seorang CEO yang hebat juga harus mengadopsikan mimpi yang futuristis mengenai keputusan strategis ke dalam tahapan ini. Beberapa tahapan yang biasanya digunakan oleh CEO untuk menjamin bahwa tahapan implementasi dan eksekusi strategis tersebut tidak berlalu secara sia sia antara lain : 1) Menetapkan Sumber Daya, pada tahapan ini seorang CEO dituntut untuk dapat melihat kemampuaan yang dimiliki oleh pelaksana-pelaksana dibawahnya secara objective. Fase ini akan menetapkan tidak hanya alokasi sumberdaya manusia tetapi bisa juga alokasi modal yang efektif dan efisien untuk strategy pengembangan unit usaha. 2) Menetapkan Kebijakan dan Prosedur untuk Memfasilitasi Strategy, pada tahapan ini seorang CEO harus dapat memilih dengan kompetensi keilmuan yang dimiliki beberapa alternative kebijakan dan prosedur yang efektif untuk mendorong tercapainya eksekusi dari strategi. Kemudian tahapan ketiga adalah mengadopsi latihan terbaik untuk pengembangan yang berlanjut, tahapan ini dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan benchmarking; antara lain reengineering, penilaian berdasarkan total quality management, dan menerapkan konsep peningkatan yang berkelanjutan. Tahapan keempat adalah mengggunakan sistem informasi pendukung, misalnya internet, website, email,dll. Tahapan kelima adalah Manajemen kompensasi yang berupa rewards, seorang CEO yang hebat dia harus menghargai kerja keras para sumberdaya manusianya sehingga akan selalu termotivasi untuk memberikan nilai tambah bagi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan perusahaan. Budaya korporasi pada tahap ke enam merupakan hal yang penting dalam perkembangan perusahaan, dimana budaya tersebut akan mendukung pencapaian tujuan dan keberlanjutan perusahaan di masa mendatang. Selanjutnya tahap ketujuh dan ke delapan adalah membentuk strategi kepemimpinan dan peningkatan kompetensi, keahlian kapabilitas yang dimiliki oleh karyawan. Pada kedua tahapan ini dapat dilakukan coaching langsung oleh CEO ataupun mengadakan pelatihan-pelatihan mengenai keahlian dan kepemimpinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: