-CEO; Advice to Top Management-

Peran aktif seorang CEO dalam mengambil keputusan strategis dalam kaitannya misi pengembangan usaha merupakan faktor yang penting. Arah keputusan strategis yang ditetapkan oleh CEO dan kompetensi yang dimiliki oleh CEO itu sendiri memiliki keterkaitan yang erat pada setiap lini dan unit bisnis. Proses entry, growth, maintain, divestasi merupakan titik tolak awalan yang menuntut CEO bertindak secara professional sehingga pada setiap proses tersebut tidak ada nilai dan profit yang berkurang dalam jangka panjang. Peran aktif tersebut dibahas dalam pertemuan CEO Forum pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2009 yang menghadirkan Ir. Rajendra Kartawiria. Beliau merupakan salah satu Advisor to President and CEO PT Garuda Indonesia.Peran strategis seorang CEO dalam suatu perusahaan memerlukan berbagai kompetensi. Selain harus mampu bekerja secara professional, memiliki kemampuan manajerial yang tinggi dan kepempimpinan yang beretika, seorang CEO harus mampu berperan sebagai entertainer bagi lingkungan kerjanya. Kemampuan entertainer disini diartikan sebagai kemampuan untuk dapat memotivasi dan menghargai kinerja karyawan sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih semangat.

Pencapaian tingkatan top management pada perusahaan dimasa sekarang tidaklah mudah. Tahapan – tahapan yang harus dilalui adalah suatu rangkaian proses pengembangan kepemimpinan. Menurut beliau untuk dapat mencapai top management terdapat dua jalur yang dapat di lewati, jalur sebagai pengusaha atau jalur sebagai pekerja. Penetapan pilihan tersebut merupakan penetapan strategis yang menentukan langkah kita kedepan. Untuk dapat membentuk seorang CEO professional beliau memberikan beberapa tips-tips yaitu :1) membangun teamwork yang kuat; 2) mampu mengatur tingkat pencapaian dan 3) menciptakan peluang, menghadapi tantangan serta memiliki rencana darurat.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang CEO harus harus mencakup beberapa aspek kepemimpinan, yaitu expert, teamwork, advise dan network.Sebagai seorang CEO, expert disini memiliki arti bahwa kemampuan dan wawasan seorang CEO tidak hanya sebatas pengambil keputusan akan tetapi juga mampu memiliki wawasan yang luas dalam setiap lini unit bisnis yang dijalankan. Sedangkan aspek teamwork , seorang CEO harus mampu berkolaborasi dengan semua tingkatan karyawan sehingga teamwork yang dibangun tidak hanya pada tataran top management saja, akan tetapi juga pada tingkatan pelaksanaan dan pengkoordinasian kerja. Pada aspek ini seorang CEO diharapkan mampu membangun teamwork yang efektif dan efisien untuk pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan.Aspek selanjutnya adalah advise, pada aspek ini seorang CEO harus mampu menerima saran dan kritik yang membangun dari lingkungan perusahaan. Aspek network mengartikan bahwa seorang CEO harus mampu memiliki jaringan yang luas, tidak hanya pada bidang usaha yang ditekuni tetapi juga pada lini bisnis lain yang tidak memiliki keterkaitan yang erat.
Seorang CEO harus memiliki ide, visi dan inisiatif untuk pengembangan bisnisnya. CEO juga harus memiliki beberapa strategi untuk menciptakan excellence company. Strategi excellence company disini diartikan sebagai strategi yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan lain dimana memberikan nilai tambah bagi perkembangan bisnis yang ditekuni. Hal yang pertama harus dilakukan adalah padamkan api, artinya hentikan bisnis yang merugi, restrukturisasi hutang, fokus pada persepsi pasar dan kompetensi diri, serta mulai dengan kinerja operasional yang positif. Tahapan kedua, tanamkan visi dengan orientasi/paradigma bisnis, berpikir besar dan tujuan besar, langkah awal yang berat namun teridentifikasi, pilihan untuk di dalam atau di luar tim serta sistem reward dan teamwork. Tahapan ketiga, tingkatkan kredibilitas dengan memiliki prinsip lebih baik dan lebih baik, prospektif stakeholder untuk tumbuh bersama, dan komunikasi dan image yang semakin menguat (efek snowball); keempat, pemain dominan (loyalitas segmen pasar, ekspansi, pilihan stakeholder, trendsetter). Tahapan kelima yang dapat dilakukan seorang CEO adalah memanfaatkan kompetisi dengan kontrol kompetisi, daya adaptasi terhadap inovasi, dan akuisisi; serta tahapan keenam, adaptasi terhadap krisis denagn melakukan stand point terhadap krisis, konsolidasi cash dan aset, memberikan kinerja yang sifatnya “full speed” pada kondisi kompetisi baru, dan pole position saat periode recovery.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: