value based marketing

value based marketing merupakan konsep pemasaran yang beroritentasi pada peningkatan nilai pada setiap produk yang ditujukan kepada konsumen.Secara sederhana pemasaran berdasarkan nilai melihat pada peluang-peluang baru yang dapat dikembangkan sehingga meningkatkan kepuasan konsumen.Mix marketing (price,product,place,promotion) dapat dijadikan proksi untuk melihat secara detail nilai yang dapat ditingkatkan. Strategi pemasaran berdasarkan nilai merupakan konsep yang dapat berkembang berdasarkan kebutuhan yang ada pada konsumen dan peluang yang dapat diciptakan oleh produsen. Contoh yang sederhana dapat digambarkan ketika produsen dapat memberikan pelayanan antar gratis kepada konsumen dimana yang sebelumnya dikenakan charge terhadap konsumen. Hal ini akan meningkatkan biaya yang dikeluarkan oleh produsen. Produsen mungkin akan mengalami profit negatif atau impas pada jangka pendek ketika memberikan tambahan nilai kepuasan akan tetapi apabila efektivitas strategi ini dapat dicapai tentunya hal ini tidak akan terjadi pada jangka panjang. Jadi konsep pemasaran ini dapat diperluas pada tujuan bahwa setiap produk yang diproduksi oleh produsen, kepuasan konsumen dapat selalu ditingkatkan tanpa melalui peningkatan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut.

Secara Sederhana itu juga Supply Chain Management !!

Konsep pengelolaan (management) meliputi proses – proses yang mendukung terciptanya suatu barang ( final goods ) hingga barang tersebut dapat dikonsumsi oleh konsumen. Kotler (2003) mengatakan bahwa supply chain management adalah pendekatan pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah (proses budidaya), mentransformasikan bahan mentah tersebut (penanganan panen dan pascapanen) dan mengirimkan produk tersebut ke konsumen oleh pencari, pengumpul, dan pengecer melalui sistem distribusi. Konsep Supply Chain Management ini memiliki ruang lingkup yang sangat luas dimana pengelolaan rantai pasokan ini meliputi bagaimana mengelola proses mendapatkan bahan mentah, pengalokasian faktor produksi dari supplier, pengelolaan proses produksi itu sendiri, penggunaan teknologi didalam proses produksi, mekanisme pengangkutan barang dan bahan baku, pemasaran melalui agen-agen distributor, pengelolaan modal,hutang dan piutang perusahaan, pengelolaan persediaan dalam gudang pemasaran melalui periklanan melalui media hingga barang tersebut dapat langsung dikonsumsi oleh konsumen akhir. Secara umum konsep supply chain management merupakan suatu konsep yang dikembangkan untuk mengelola bagaimana entitas suatu bisnis atau organisasi bekerja secara bersamaan dan bagaimana pengelolan hubungan suatu bisnis dengan konsumen dan pemasoknya. Pergerakan era globalisasi dimana semua kegiatan transaksi baik perdagangan dan non perdagangan menuntut perlakuan yang sangat cepat dan tingkat fleksibilitas yang tinggi, supply chain management memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan hal itu. Dilema antara efisiensi dan fleksibilitas terjadi pada suatu perusahaan dalam mengimplementasikan konsep supply chain management. Trade off disini terjadi antara efisiensi dan fleksibilitas. Efisiensi disini merujuk pada minimalisasi persediaan disetiap lokasi sehingga tidak ada cost of warehousing yang berlebih, artinya ketika ada kapasitas tersisa setelah semua persediaan dimasukkan ke gudang untuk suatu waktu, maka kapasitas itu bisa dimanfaatkan atau dioptimalkan untuk hal yang lain. Sedangkan pada sisi fleksibilitas, adanya perubahan permintaan dan penawaran barang tentunya mempengaruhi jumlah persediaan yang ditetapkan di lokasi sehingga disini konsep efisiensi harus diimbangi dengan respon yang cepat dan fleksibel terhadap fenomena yang terjadi di pasar. Sebagai contoh kecil ketika secara tiba-tiba permintaan roti unyil naik pada sore hari di suatu outlet dan persediaan menipis sedangkan tempat produksi roti unyil jauh dari lokasi, dengan adanya pengelolaan rantai pasokan seperti misalnya outlet tersebut memiliki rekanan atau partner dalam satu produk roti unyil, menipisnya persediaan roti unyil tetap dapat memenuhi permintaan sore itu. Tentunya hal ini memberikan dampak positif bagi sisi konsumen dan produsen, konsumen tidak kecewa karena persediaan barang yang akan dibeli masih ada dan omset perusahaan tidak berkurang. Hal itu merupakan konsep yang sederhana bagaimana peran supply-chain management berlaku dalam tingkatan entitas bisnis. Agar supaya rencana strategi tentang manajemen rantai pasokan menjadi sukses, maka seharusnya: a. fleksibel dalam arti cukup reaktif terhadap perubahan yang ada baik dari ketrersediaan komponen, distribusi, jalur pengiriman, aturan impor dan nilai tukar. b. Dapat menggunakan teknologi mutahir untuk menjadwal dan mengelola pengiriman komponen dan produk akhir. c. Menetapkan staff yang mempunyai keahlian secara local mengenai cara menyikapi peraturan, perdagangan, pengangkutan, penanganan konsumen dan isu politik.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.